{"id":807,"date":"2026-03-23T20:03:47","date_gmt":"2026-03-23T20:03:47","guid":{"rendered":"https:\/\/rotibakarintirub.id\/journals\/?p=807"},"modified":"2026-03-23T20:03:47","modified_gmt":"2026-03-23T20:03:47","slug":"resep-semur-jengkol-lezat-cara-memasak-jengkol-yang-lembut-dan-nikmat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rotibakarintirub.id\/journals\/resep-semur-jengkol-lezat-cara-memasak-jengkol-yang-lembut-dan-nikmat\/","title":{"rendered":"Resep Semur Jengkol Lezat: Cara Memasak Jengkol yang Lembut dan Nikmat"},"content":{"rendered":"<h1>Resep Semur Jengkol Lezat: Cara Memasak Jengkol yang Lembut dan Nikmat<\/h1>\n<p>Jengkol adalah salah satu bahan makanan yang sering digunakan dalam hidangan khas Indonesia. Meskipun terkenal dengan bau yang kuat, penggemarnya tetap banyak karena rasa unik yang ditawarkan. Salah satu olahan jengkol yang populer adalah semur jengkol. Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas cara membuat semur jengkol yang lezat, lembut, dan nikmat. Selain itu, kita juga akan menyajikan beberapa tips agar bau jengkol tidak terlalu menyengat.<\/p>\n<h2>Mengapa Semur Jengkol?<\/h2>\n<p>Semur jengkol adalah hidangan yang memadukan cita rasa manis, gurih, dan pedas khas Indonesia. Jengkol dikenal karena teksturnya yang dapat menyerap bumbu dengan baik, menjadikannya sangat lezat dalam berbagai macam masakan. Kandungan protein dan serat yang tinggi juga membuat jengkol menjadi pilihan yang baik bagi Anda yang ingin menikmati makanan sehat.<\/p>\n<h2>Bahan yang Dibutuhkan<\/h2>\n<p>Untuk membuat semur jengkol yang lezat, berikut adalah bahan-bahan yang perlu Anda persiapkan:<\/p>\n<h3>Bahan Utama<\/h3>\n<ul>\n<li>250 gram jengkol, kupas dan rendam semalaman<\/li>\n<li>3-4 lembar daun salam<\/li>\n<li>2 batang serai, memarkan<\/li>\n<li>200 ml santan<\/li>\n<li>Minyak goreng secukupnya<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Bumbu Halus<\/h3>\n<ul>\n<li>5 siung bawang putih<\/li>\n<li>7 butir bawang merah<\/li>\n<li>3 buah cabai merah (sesuaikan selera)<\/li>\n<li>3 butir kemiri sangrai<\/li>\n<li>1 sendok teh ketumbar<\/li>\n<li>Garam dan merica secukupnya<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Bahan Pelengkap<\/h3>\n<ul>\n<li>3 sendok makan kecap manis<\/li>\n<li>2 sendok makan gula merah, serut<\/li>\n<li>Air asam jawa secukupnya<\/li>\n<li>1 sendok teh kaldu bubuk (opsional)<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Cara Memasak Jengkol yang Lembut<\/h2>\n<p>Salah satu kunci utama dalam memasak jengkol adalah proses awalnya. Berikut adalah langkah untuk mendapatkan tekstur jengkol yang lembut:<\/p>\n<h3>Langkah 1: Merebus Jengkol<\/h3>\n<ol>\n<li>\n<p><strong>Rendam Jengkol:<\/strong> Setelah direndam semalaman, rebus jengkol dalam air mendidih bersama dengan beberapa lembar daun salam. Proses ini akan membantu mengurangi bau menyengat jengkol dan membuatnya lebih empuk.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Memarkan Jengkol:<\/strong> Setelah jengkol direbus hingga empuk (sekitar 30-45 menit), angkat dan memarkan secara perlahan. Hal ini akan membantu bumbu meresap lebih baik.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Langkah 2: Menyiapkan Bumbu Semur<\/h3>\n<ol>\n<li>\n<p><strong>Bumbu Halus:<\/strong> Haluskan semua bahan bumbu halus menggunakan blender atau ulekan hingga benar-benar lembut.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Menumis Bumbu:<\/strong> Panaskan sedikit minyak dalam wajan, lalu tumis bumbu halus bersama dengan serai dan daun salam hingga harum dan matang.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Langkah 3: Memasak Semur Jengkol<\/h3>\n<ol>\n<li>\n<p><strong>Memasukkan Jengkol:<\/strong> Tambahkan jengkol yang telah dimemarkan ke dalam wajan, aduk rata dengan bumbu tumis.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Menambahkan Santan:<\/strong> Tuangkan santan secara perlahan sambil terus diaduk agar santan tidak pecah. Masak dengan api kecil.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Menambah Kecap dan Gula Merah:<\/strong> Masukkan kecap manis dan gula merah. Aduk hingga bumbu meresap sempurna.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Memasak Sampai Selesai:<\/strong> Masak hingga kuah semur mengental dan jengkol benar-benar lembut. Cicipi rasanya dan sesuaikan jika diperlukan.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Tips Agar Semur Jengkol Tidak Berbau<\/h2>\n<ol>\n<li>\n<p><strong>Menggunakan Daun Jeruk:<\/strong> Tambahkan beberapa lembar daun jeruk saat merebus jengkol untuk mengurangi bau.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Air Rebus Pertama:<\/strong> Ganti air rebusan pertama jengkol untuk menghilangkan bau menyengat yang lebih banyak.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Pemberian Asam Jawa:<\/strong> Penambahan air asam jawa tidak hanya memberi rasa tetapi juga membantu mengurangi bau jengkol.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Penyajian Semur Jengkol<\/h2>\n<p>Semur jengkol lebih nikmat disajikan hangat bersama nasi putih dan pelengkap seperti kerupuk atau sambal. Hidangan ini bisa menjadi sajian spesial bagi keluarga atau acara tertentu yang memerlukan hidangan dengan rasa yang mendalam.<\/p>\n<p>Dengan resep dan tips di atas,<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Resep Semur Jengkol Lezat: Cara Memasak Jengkol yang Lembut dan Nikmat Jengkol adalah salah satu bahan makanan yang sering digunakan dalam hidangan khas Indonesia. Meskipun&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":809,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[325],"class_list":["post-807","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-resep-semur-jengkol"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rotibakarintirub.id\/journals\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/807","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rotibakarintirub.id\/journals\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rotibakarintirub.id\/journals\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rotibakarintirub.id\/journals\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rotibakarintirub.id\/journals\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=807"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/rotibakarintirub.id\/journals\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/807\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":810,"href":"https:\/\/rotibakarintirub.id\/journals\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/807\/revisions\/810"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rotibakarintirub.id\/journals\/wp-json\/wp\/v2\/media\/809"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rotibakarintirub.id\/journals\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=807"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rotibakarintirub.id\/journals\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=807"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rotibakarintirub.id\/journals\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=807"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}