{"id":859,"date":"2026-04-18T22:21:31","date_gmt":"2026-04-18T22:21:31","guid":{"rendered":"https:\/\/rotibakarintirub.id\/journals\/?p=859"},"modified":"2026-04-18T22:21:31","modified_gmt":"2026-04-18T22:21:31","slug":"10-resep-kue-tradisional-indonesia-yang-mudah-dan-lezat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rotibakarintirub.id\/journals\/10-resep-kue-tradisional-indonesia-yang-mudah-dan-lezat\/","title":{"rendered":"10 Resep Kue Tradisional Indonesia yang Mudah dan Lezat"},"content":{"rendered":"<h1>10 Resep Kue Tradisional Indonesia yang Mudah dan Lezat<\/h1>\n<p>Indonesia, dengan kekayaan budaya dan tradisinya, memiliki beragam kuliner yang memikat setiap pencinta makanan. Kue tradisional Indonesia, atau yang dikenal sebagai jajanan pasar, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Untuk Anda yang ingin mencoba membuatnya sendiri, berikut adalah 10 resep kue tradisional yang mudah dan lezat.<\/p>\n<h2>1. Kue Serabi<\/h2>\n<h3>Bahan-bahan:<\/h3>\n<ul>\n<li>250 gram tepung beras<\/li>\n<li>500 ml santan<\/li>\n<li>50 ml air daun pandan<\/li>\n<li>1 sdt garam<\/li>\n<li>1 sdm ragi instan<\/li>\n<li>Gula merang (untuk topping)<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Cara Membuat:<\/h3>\n<ol>\n<li>Campur santan, garam, dan air daun pandan, lalu aduk rata.<\/li>\n<li>Tambahkan tepung beras dan ragi instan ke dalam campuran santan, aduk hingga adonan tercampur rata.<\/li>\n<li>Diamkan adonan selama 30 menit.<\/li>\n<li>Panaskan cetakan serabi, tuang adonan, kemudian tutup dan masak hingga matang.<\/li>\n<li>Tambahkan gula merang sebagai topping sebelum disajikan.<\/li>\n<\/ol>\n<h2>2. Klepon<\/h2>\n<h3>Bahan-bahan:<\/h3>\n<ul>\n<li>200 gram tepung ketan<\/li>\n<li>100 ml air pandan<\/li>\n<li>Gula merah serut secukupnya<\/li>\n<li>Kelapa parut secukupnya<\/li>\n<li>Sedikit garam<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Cara Membuat:<\/h3>\n<ol>\n<li>Campur tepung ketan dengan air pandan hingga adonan kalis.<\/li>\n<li>Ambil sedikit adonan, pipihkan, dan isi dengan gula merah serut, lalu bulatkan.<\/li>\n<li>Rebus bola-bola klepon dalam air mendidih sampai mengapung.<\/li>\n<li>Angkat dan gulingkan pada kelapa parut yang telah diberi sedikit garam.<\/li>\n<\/ol>\n<h2>3. Kue Lapis<\/h2>\n<h3>Bahan-bahan:<\/h3>\n<ul>\n<li>200 gram tepung beras<\/li>\n<li>150 gram tepung kanji<\/li>\n<li>200 gram gula pasir<\/li>\n<li>750 ml santan<\/li>\n<li>Pewarna makanan (hijau dan merah)<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Cara Membuat:<\/h3>\n<ol>\n<li>Campur tepung beras, tepung kanji, dan gula pasir dalam satu wadah.<\/li>\n<li>Tambahkan santan sedikit demi sedikit hingga adonan halus.<\/li>\n<li>Bagilah adonan menjadi tiga bagian, beri pewarna merah dan hijau pada dua bagian.<\/li>\n<li>Tuang sedikit demi sedikit adonan dalam loyang secara bergantian untuk membuat lapisan.<\/li>\n<li>Kukus setiap lapisan selama 5-7 menit hingga semuanya matang.<\/li>\n<\/ol>\n<h2>4. Dimana-mana<\/h2>\n<h3>Bahan-bahan:<\/h3>\n<ul>\n<li>250 gram tepung ketan<\/li>\n<li>50 gram tepung beras<\/li>\n<li>150 gram gula merah<\/li>\n<li>Wijen secukupnya<\/li>\n<li>Kelapa parut secukupnya<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Cara Membuat:<\/h3>\n<ol>\n<li>Campurkan tepung ketan dan tepung beras, lalu beri sedikit air hingga kalis.<\/li>\n<li>Ambil adonan, pipihkan, isi dengan gula merah, dan bentuk bulat.<\/li>\n<li>Celupkan bola onde-onde ke air, lalu gulingkan di atas wijen.<\/li>\n<li>Goreng hingga kecokelatan, dan tiriskan.<\/li>\n<\/ol>\n<h2>5. Nagasari<\/h2>\n<h3>Bahan-bahan:<\/h3>\n<ul>\n<li>200 gram tepung beras<\/li>\n<li>500 ml santan<\/li>\n<li>Gula pasir secukupnya<\/li>\n<li>Pisang, potong-potong<\/li>\n<li>Daun pisang untuk membungkus<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Cara Membuat:<\/h3>\n<ol>\n<li>Campur tepung beras, santan, dan gula pasir, aduk rata dengan api kecil.<\/li>\n<li>Masak hingga mengental, angkat, dan biarkan hangat.<\/li>\n<li>Siapkan daun pisang, taruh satu sendok adonan, kemudian tambahkan potongan pisang.<\/li>\n<li>Bungkus dan kukus selama 20 menit.<\/li>\n<\/ol>\n<h2>6. Getuk Singkong<\/h2>\n<h3>Bahan-bahan:<\/h3>\n<ul>\n<li>500 gram singkong<\/li>\n<li>150 gram gula pasir<\/li>\n<li>Kelapa parut secukupnya<\/li>\n<li>Sedikit garam<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Cara Membuat:<\/h3>\n<ol>\n<li>Kukus singkong hingga empuk.<\/li>\n<li>Haluskan singkong dengan menambahkan gula dan garam.<\/li>\n<li>Bentuk sesuai selera lalu gulingkan di kelapa parut.<\/li>\n<\/ol>\n<h2>7. Kue Cucur<\/h2>\n<h3>Bahan-bahan:<\/h3>\n<ul>\n<li>250 gram tepung beras<\/li>\n<li>150 gram gula merah<\/li>\n<li>400 ml air<\/li>\n<li>Garam secukupnya<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Cara Membuat:<\/h3>\n<ol>\n<li>Didihkan air dan campurkan gula merah hingga larut, biarkan sedikit dingin.<\/li>\n<li>Tuang ke dalam tepung beras, aduk hingga rata.<\/li>\n<li>Diamkan selama 30 menit sebelum digoreng.<\/li>\n<\/ol>\n<h2>8. Biarkan Ambon<\/h2>\n<h3>Bahan-bahan:<\/h3>\n<ul>\n<li>200 gram tepung sagu<\/li>\n<li>100 gram tepung terigu<\/li>\n<li>200 gram gula pasir<\/li>\n<li>Santan kental<\/li>\n<li>1 sdm ragi instan<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Cara Membuat:<\/h3>\n<ol>\n<li>Campur semua bahan hingga rata dan biarkan selama 2 jam.<\/li>\n<li>Tuang ke dalam loyang, lalu panggang hingga matang.<\/li>\n<\/ol>\n<h2>9. Kue Lumpur<\/h2>\n<h3>Bahan-bahan:<\/h3>\n<ul>\n<li>250 gram kentang rebus, haluskan<\/li>\n<li>100 gram<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>10 Resep Kue Tradisional Indonesia yang Mudah dan Lezat Indonesia, dengan kekayaan budaya dan tradisinya, memiliki beragam kuliner yang memikat setiap pencinta makanan. Kue tradisional&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":861,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[365],"class_list":["post-859","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-resep-kue"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rotibakarintirub.id\/journals\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/859","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rotibakarintirub.id\/journals\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rotibakarintirub.id\/journals\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rotibakarintirub.id\/journals\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rotibakarintirub.id\/journals\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=859"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/rotibakarintirub.id\/journals\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/859\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":862,"href":"https:\/\/rotibakarintirub.id\/journals\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/859\/revisions\/862"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rotibakarintirub.id\/journals\/wp-json\/wp\/v2\/media\/861"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rotibakarintirub.id\/journals\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=859"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rotibakarintirub.id\/journals\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=859"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rotibakarintirub.id\/journals\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=859"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}